Sport

Tanggapan Lee Chong Wei Perihal Wacana Perubahan Sistem Penilaian 21×3 jadi 11×5

Salah satu pebulu tangkis tersukses dalam sejarah Malaysia, Lee Chong Wei memberikan tanggapan terhadap wacana perubahan sistem penilaian bulu tangkis. Sebelumnya, Poul Erik Larsen selaku Presiden BWF melontarkan pernyataan akan kembali memperjuangkan penerapan format penilaian 11×5. Terhitung telah dua tahun dimana Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) telah melayangkan proposal berupa opsi untuk mengganti format penilaian skor yang berlaku saat ini.

Format penilaian bulutangkis yang berlaku saat ini yakni 21×3, dimana pihak BWF ingin menggantinya menjadi 11×5. Kengototan untuk mengganti format penilaian tersebut didengungkan oleh Poul Erik Hoyer ternyata sudah didengungkan sejak ia terpilih sebagai Presiden BWF pada tahun 2013. Salah satu alasan yang membuat Poul Erik Hoyer ingin mengubah sistem poin saat ini karena dinilai terlalu lama dan kurang menarik bagi para penonton.

Peraih medali emas tunggal putra Olimpiade Atalanta 1996 tersebut menambahkan beberapa langkah inovasi tersebut dilakukan agar bulutangkis bisa mengingukti perkembangan olahraga internasional lainnya. Menanggapi isu wacana tersebut, Lee Chong Wei mengungkapkan jika hal tersebut diterapkan akan ada pihak yang paling diuntungkan. Lee Chong Wei menganggap pihak yang paling diuntungkan dari perubahan sistem penilaian tersebut bukan dari pihak pemain maupun pelatih.

Melainkan, lembaga penyiaran yang akan mendapatkan lebih banyak pendapatan komersial jika perubahan penilaian skor tersebut diterapkan. "Pandangan pribadi saya adalah jika BWF menerapkan sistem 11 poin, alasan utamanya adalah untuk mengakomodasi para penyiar dan menghasilkan lebih banyak pendapatan komersial," ungkap Lee Chong Wei, dilansir . Lebih lanjut, Lee Chong Wei justru lebih menikmati sistem penilaian lama yakni 15×3.

"Saya masih berpikir bahwa sistem 15 poin adalah yang membawa permainan terbaik seorang atlet," lanjutnya. Berbeda dengan pendapat Wong Choong Han yang kini menduduki posisi Direktur Pelatih Malaysia. Choong Han memandang penerapan sistem tersebut justru akan menjadi bumerang.

Hal ini mengingat format penilaian 11×5 bisa berpeluang mengurangi daya saing permainan. "Sistem 11×5 jika diterapkan, mungkin akan mengurangi daya saing permainan," kata Choong Hann. "Saya pernah memainkan format 7×5 yang dikenalkan tahun 2002, pertandingan bisa berakhir dalam waktu singkat," lanjutnya.

"Itu bisa dimenangkan dalam tiga set langsung dan itu akan memakan waktu kurang dari 20 menit saja," ungkap Choong Hann. Alhasil, para penonton diyakini akan kehilangan momen untuk menikmati sentuhan terbaik para pemain dalam permainan.