pengolahan sampah plastik
Lifestyle

Pengolahan Sampah Plastik Dibuat Menjadi Sebuah Pulau

Sampah plastik merupakan salah satu permasalahan yang tengah menjadi perhatian dunia. Sulitnya plastik terurai hingga akhirnya mengakibatkan gunungan sampah membuat banyak negara kini “berperang” mengurangi sampah plastik, guna kelestarian lingkungan. Untuk mengurangi sampah plastik yang beredar di masyarakat, berbagai cara dilakukan untuk memanfaatkan kembali sampah plastik tersebut. Pemanfaatan sampah plastik semakin unik, karena semakin berkembangnya teknologi dan kreatifitas serta pengetahuan manusia. Pemanfaat sampah plastik biasanya hanya dibuat untuk barang-barang sehari-hari, seperti: pot tanaman, tas daur ulang, wadah serbaguna dan lain sebagainya. Namun saat ini pemanfaatan sampah plastik ada berbagai macam bentuknya, mulai dari pemanfaatan sampah plastik menjadi bahan bakar, sampah plastik menjadi Ecobrick, bahkan sampah plastik juga dimanfaatkan untuk dibuat menjadi sebuah pulau. Khusus untuk pemanfaatan sampah plastik dibuat untuk menjadi sebuah pulau, seorang pria asal Inggris bernama Richard Sowar benar-benar membuat pulau dari 120 ribu botol plastik. Di atas pulau buatan itu, ia membangun sebuah rumah sebagai tempat tinggalnya. Botol-botol plastik bekas dikumpulkan dan diikat dengan menggunakan jala. Untuk lantai, Sowar menggunakan bambu dan kayu yang diletakkan di atas botol-botol plastik bekas tersebut. Botol-botol yang berada di bawah air ini berfungsi sebagai pelampung agar pulau tidak tenggelam. Sowar yang dikenal sebagai pecinta lingkungan memanfaatkan tenaga matahari sebagai sumber listrik di ‘rumah’ buatannya ini. Rumah yang diberi nama Solar II ini juga lengkap seperti rumah pada umumnya. Ada kamar tidur, toilet, bahkan ada kolam untuk berenang. Alhasil, banyak orang tertarik untuk berkunjung ke pulau buatan milik Richard sowa ini. Saat ini, sudah tersedia dermaga khusus dari Laguna Majax untuk bisa ke Spiral Island.(1)

Lalu ada juga pulau lain yang dibuat dari sampah plastik, seorang pengusaha asal Prancis memiliki cara unik untuk mendaur ulang botol plastik bekas pakai. Pria bernama Erick Becker itu membangun sebuah pulau terapung dari 700 ribu botol plastik. Menariknya, tak hanya membangun sebuah pulau, Becker juga mendirikan sebuah resor terapung di atas pulau pribadi miliknya tersebut. Becker mengatakan mulanya ia tidak terpikirkan untuk membangun sebuah pulau dengan bahan-bahan dari plastik, melainkan sebuah kapal terapung. Tetapi, begitu ia melihat laguna yang ada di dekat Abidjan, gagasan membuat pulau terapung dengan fasilitas yang lengkap pun terlintas di benaknya. Oleh sebab itu, di atas pulau apung tersebut terdapat bangunan hotel, restoran, bar karaoke, dan dua kolam renang yang semuanya terbuat dari bahan plastik. Untuk mengakomodasi kebutuhan wisatawan, Becker mengungkapkan bahwa pulaunya mengandalkan tenaga surya untuk pasokan listrik. Sedangkan untuk kebutuhan air, pulau tersebut menerima pasokan air tawar dari darat, karena berada tidak jauh dari ibu kota Pantai Gading, yaitu Abidjan. Meski terbuat dari bahan-bahan yang menggunakan plastik, pulau ini ternyata memiliki berat sekitar 200 ton. Sayangnya, Becker menganggap pulau itu belum sempurna, karena meskipun lebih ramah lingkungan dari pada hotel biasa, para tamu masih meninggalkan sampah. Misalnya, air limbah dibuang secara teratur ke laguna, sama seperti tempat lainnya di Abidjan. Karena itu, Becker sedang menguji teknologi untuk mengubah limbah menjadi kompos untuk tanaman di pulau itu.Kini, L’ile Flottante dikunjungi sekitar 100 wisatawan tiap minggunya, termasuk wisatawan lokal dan mancanegara. Bagi para tamu yang ingin menginap di resor ini, mereka harus membayar sekitar 100 dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp 1,4 juta. Di sini wisatawan juga bisa memilih tur perjalanan atau daytrip dengan membayar Rp 350 ribu. (2)

Diatas merupakan beberapa contoh pengolahan sampah plastik yang memanfaatkan sampah plastik menjadi sebuah pulau, dan sampah plastik yang digunakan pun terbilang sangat banyak, sehingga bisa membantu untuk mengurangi kadar sampah plastik. Sayangnya di Indonesia sendiri ide untuk memanfaatkan sampah menjadi sebuah pulau,dengan tujuan untuk destinasi wisata, bisa dibilang masih sedikit. Namun kita harus apresiasi segala bentuk upaya pemerintah, LSM, maupun perusahaan untuk menanggulangi sampah plastik di Indonesia. Salah satu perusahaan yang menggunakan plastik sebagai bahan produknya sudah melakukan upaya untuk daur ulang sampah plastiknya. Mengenai upaya penanggulangan sampah plastik sudah dilakukan oleh AQUA.

AQUA percaya bahwa makanan dan minuman yang sehat hanya bisa didapat dari planet yang sehat dan hal tersebut tercermin dalam slogan Danone, One Planet One Health.  Dalam proses produksi, kemasan memiliki peran penting untuk melindungi manfaat gizi dan kualitas produk sehingga dapat disimpan, diangkut dan digunakan dengan aman. AQUA percaya bahwa sampah kemasan plastik bisa menjadi bahan baku jika didaur ulang, untuk itu AQUA terus mendorong ke model ekonomi sirkular.  Dalam pengelolaan sampah kemasan plastik, AQUA berambisi untuk mengambil kembali lebih banyak sampah kemasan plastik dari yang dihasilkan pada tahun 2030.  Hal ini merupakan komitmen AQUA untuk berkontribusi menyelesaikan masalah sampah di Indonesia, termasuk dengan mendukung program Pemerintah Republik Indonesia untuk mengurangi sampah plastik di laut sebanyak 70% pada tahun 2025. Ambisi ini hanya dapat terwujud jika seluruh pemangku kepentingan terlibat secara aktif, mulai dari  pemerintah, produsen, LSM, media hingga konsumen. AQUA pun berupaya meningkatkan laju penarikan sampah kemasan plastik melalui pengembangan Bank Sampah Induk Kota Bogor dan mendukung Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Jakarta Barat membangun Bank Sampah Induk Satu Hati, serta bersama-sama dengan BNI mengintegrasikan pencatatan transaksi Bank Sampah ke dalam sistem perbankan BNI. Bersama dengan Tetrapak, AQUA memfasilitasi pembuatan drop box di Bali serta berkoordinasi dengan pengusaha daur ulang sampah yaitu Bali Pet dan Eco Bali, untuk mengangkut sampah kemasan plastik yang terkumpul lalu mendaur ulangnya. AQUA juga merupakan pendiri PRAISE (Partnership and Recycling Alliance for Indonesia Sustainable Environment) dengan 5 perusahaan lainnya, yang bertujuan membangun advokasi atas pengelolaan sampah plastik dan mendorong sinergi semua pemangku kepentingan untuk menciptakan solusi yang efektif. (3) Jadi jangan ragu untuk memilih AQUA dalam keseharianmu, karena AQUA juga berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan dari dampak sampah plastik serta memberi contoh yang baik dalam bijak berplastik. Dan kita juga harus mulai menyadari pentingnya daur ulang atau pemanfaatan kembali sampah plastik.

 

  1. https://www.majalahjustforkids.com/pulau-terbuat-dari-botol-plastik-an-island-made-of-plastic-bottles/
  2. https://kumparan.com/kumparantravel/keren-pria-ini-bikin-pulau-terapung-dari-700-ribu-botol-plastik-1sKJTfk9C1z/full
  3. https://aqua.co.id/komitmen-aqua-dalam-pengelolaan-sampah-kemasan-plastik