Minuman isotonik
Informasi

Minuman isotonik, Minuman yang Penting Dikonsumsi oleh Penggiat Olahraga

Atlet di semua level sering berlatih lebih dari sekali sehari, yang berarti mereka harus mampu melakukan pemulihan yang cepat di antara sesi. Kebanyakan dari atlet yang melakukan pelatihan dengan serius sekarang menyadari bahwa konsumsi cairan sangat penting untuk menjaga kinerja dan membantu pemulihan. Tapi pilihan minuman bisa jadi sangat penting.

 

Jadi mana yang terbaik, air putih atau minuman olahraga yang diformulasikan secara khusus? Untuk menjawab pertanyaan itu kita perlu memahami bagaimana air diserap dan digunakan oleh tubuh.

 

Tingkat penyerapan air oleh tubuh Anda bergantung pada sejumlah faktor, salah satunya yang paling penting adalah komposisi cairan yang tertelan. Ini adalah konsentrasi partikel seperti karbohidrat, natrium dan, pada tingkat yang lebih rendah, kalium yang menentukan tingkat penyerapan di usus kecil. Biasanya, semakin tinggi kandungan karbohidrat dalam suatu minuman, semakin lambat laju pengambilan cairan. Pilihan kandungan karbohidrat Anda akan bergantung pada apakah tujuan utama Anda adalah rehidrasi atau pengisian kembali simpanan energi.

 

Segera sebelum berolahraga, rehidrasi untuk menjaga keseimbangan cairan akan menjadi prioritas – terutama di lingkungan yang panas dan/atau lembab, di mana kehilangan keringat akan tinggi. Dalam hal ini, air putih atau minuman yang konsentrasinya kurang dari cairan tubuh (hipotonik) akan menyebabkan penyerapan cairan paling cepat.

 

Namun, setelah berolahraga, mengganti cairan yang hilang bukanlah satu-satunya faktor yang perlu dipertimbangkan saat mencoba membangun kembali keseimbangan cairan.

 

Mengembalikan elektrolit seperti natrium yang hilang selama latihan adalah penting jika keseimbangan cairan harus dipertahankan setelah terbentuk kembali..

 

Minuman isotonik merupakan salah satu produk minuman ringan karbonasi atau non karbonasi untuk meningkatkan kebugaran, yang mengandung gula, asam sitrat, dan mineral. Minuman isotonik juga dikenal dengan sports drink yaitu minuman yang berfungsi untuk mempertahankan  cairan dan garam tubuh serta memberikan energi karbohidrat ketika melakukan aktivitas. Minuman isotonik dibuat untuk menggantikan energi, cairan tubuh dan elektrolit yang hilang selama dan setelah kita melakukan aktivitas fisik, seperti bekerja dan olahraga. Komponen utama dari minuman isotonik ini adalah air sebagai pengganti cairan tubuh, karbohidrat sebagai penyuplai energi “siap saji” dan mineral sebagai pengganti elektrolit tubuh yang hilang.

 

 

Minuman isotonik merupakan pengganti cairan tubuh yang hilang setiap hari akibat berbagai aktivitas. Apalagi dalam kondisi berpuasa, namun aktivitas tetap berjalan normal.

 

Asupan cairan tubuh yang mudah dan cepat diserap menjadi penting untuk mencegah dehidrasi setelah lebih dari 12 jam tak minum saat berpuasa.

 

Lantas apakah air minum biasa saja tak cukup? Minuman isotonik yang memiliki komposisi mirip dengan cairan tubuh yakni kandungan elektrolit yang seimbang lebih mampu mengembalikan cairan tubuh secara menyeluruh.

 

Dampaknya tubuh lebih segar dan sehat. Minuman isotonik diperlukan oleh tubuh untuk mempertahankan kondisi sel tubuh dalam keadaan homeostasis (steady). Kalau tubuh berada dalam kondisi homeostasis, segala proses di dalam tubuh dapat berjalan dengan baik. Sementara jika tubuh mengalami dehidrasi, maka akan berpengaruh terhadap seluruh kerja organ dan proses dalam tubuh.

 

Menurut penelitian, dehidrasi membuat tubuh lebih cepat lelah. Kelelahan ini terjadi karena terhambatnya proses perubahan pemecahan glikogen menjadi tenaga.

 

Asam laktat yang seharusnya dapat digunakan sebagai tenaga, tak berfungsi karena tubuh kekurangan cairan. Agar tubuh kembali mendapatkan cairan, dibutuhkan minuman yang dapat lebih cepat diserap. Itulah sebabnya, minuman isotonik diciptakan dan berguna terutama pada orang yang sakit, seperti demam, diare ketika tubuh membutuhkan cairan yang cukup agar suhu tubuh dapat terus terjaga keseimbangannya. Namun perlu diingat bahwa minuman isotonik adalah minuman sehat namun bukan obat. Jadi tak ada dosis khusus harus minum berapa mililiter per harinya, tapi tergantung aktivitasnya. Cara minumnya seperti air biasa, saat haus bisa diminum. Bedanya, isotonik diserap tubuh lebih cepat untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang.

 

Minuman isotonik juga bahkan dikatakan aman untuk berbuka puasa. Selain itu minuman isotonik juga dibutuhkan akibat aktivitas di dalam dan luar ruang. Aktivitas di rumah tangga seperti menyetrika, membersihkan rumah, atau berolahraga, juga kegiatan di kantor dalam ruangan ber AC membuat tubuh kehilangan banyak cairan melalui pernafasan, urin, dan penguapan melalui kulit.

 

Bahkan ketika tidur pun tubuh mengeluarkan cairan sebanyak 350 ml melalui pernapasan dan penguapan dari kulit yang diserap oleh kasur dan sprei. Tanda paling mudah, ketika kulit terasa kering berarti Anda kekurangan asupan cairan yang tepat.

 

Jika aktivitas yang sangat sederhana ini saja dapat membuat tubuh kita mengeluarkan cairan, maka aktivitas seperti olahraga, apalagi olahraga yang berat, membuat seseorang sangat perlu untuk menggantikan cairan yang keluar dari tubuhnya.

 

Supaya bisa menggantikan cairan yang keluar setelah sesi olahraga dengan efektif, kamu bisa mendapatkannya dengan mengkonsumsi Mizone!

 

Sebagai satu-satunya minuman isotonik + vitamin B3, B6, B12, Mizone bakal Bantu Badan Siap Lanjut Terus! Jadi tubuh kamu lebih terasa bugar dan sehat, sehingga tak hanya optimal dalam jalani berbagai aktivitas sehari-hari, tapi juga makin efektif saat jalani sesi olahraga apapun yang kamu lakukan, deh!