Seleb

Maia Estianty Ngaku Tak Bisa Nangis meski Ada Berita Duka, Daniel Mananta: Psikiaternya Bilang Apa?

Musisi Maia Estianty mengakui bahwa dirinya harus ke psikiater karena tak bisa menangis. Hal itu Maia Estianty ungkapkan melalui kanal YouTube Daniel Mananta Network pada Selasa (2/6/2020). Pembawa acara Daniel Mananta melontarkan sejumlah pertanyaan pada Maia Estianty.

Daniel Mananta terlebih dahulu berkaca pada berita yang sempat beredar tentang Maia Estianty yang membutuhkan bantuan psikiater demi mengatasi keluhannya. Daniel Mananta lantas ingin tahu alasan sebenarnya Maia Estianty mendatangi psikiater. "Gue sempat baca berita, katanya lo sempat ke psikiater karena setelah cerai lo enggak bisa nangis," ujar Daniel Mananta.

"Gue bingung sih, karena kalau gue dengar dari cerita lo, ngapain juga nangis karena kan ini lo yang di abuse gitu," imbuhnya. "Justru lo harusnya marah, bukan nangis karena sedih, lo harus ke psikiater itu harus ke proses apa gitu?," tandasnya. Mendengar pertanyaan tersebut, Maia Estianty mengakui bahwa ia ke psikiater karena kesulitan menangis.

Maia Estianty merasa ada kejanggalan dari dirinya yang tak bisa menangis, meski mendapatkan kabar duka sekalipun. Maia Estianty pun menduga bahwa alasan tak bisa menangis karena ia sudah melewati berbagai macam rasa sakit. "Jadi gara gara gue itu kalau melihat sesuatu, kayak misalnya kematian, kecelakaan, teman teman gue ada yang kecelakaan, ada yang mati, gue enggak bisa nangis," kata Maia Estianty.

"Makanya gue bingung kenapa gue enggak bisa nangis, karena mungkin sudah melewati rasa sakit yang luar biasa," imbuhnya. Tak berhenti di situ saja, Maia Estianty juga menjelaskan bahwa ia hanya merasakan mual saat terjadi peristiwa yang menyedihkan. Bahkan saat terjadi hal yang menyedihkan, Maia Estianty seolah olah tak merasakan empati.

"Terus pada akhirnya setiap ada peristiwa peristiwa yang seharusnya teman teman gue nangis, cuma gue sendiri yang diam, dan gue hampir muntah mutah," ujar Maia Estianty. "Karena mungkin gue enggak bisa nangis, tapi gue eneg gitu perut gue," imbuhnya. "Mah, ini meninggal, oh ya sudah waktunya, sedingin itu gue, buat gue sudah biasa kalik takdir, jadi kayak enggak ada empatinya gitu loh, makanya gue butuh psikiater," tandasnya.

Belum puas dengan jawaban tersebut, Daniel Mananta pun ingin tahu penjelasan psikiater yang menangani Maia Estianty. "Akhirnya psikiaternya bilang apa?," tanya Daniel Mananta. Maia Estianty tanpa ragu membeberkan penjelasan psikiater tersebut.

"Kamu terlalu melewati masa masa yang menyakitkan banget sampai pada akhirnya kamu enggak tahu rasa sakit itu di mana," kata Maia Estianty. Musisi senior Maia Estianty mencekoki tiga putranya, Al Ghazali, El Rumi dan Dul Jaelani saat ketiganya sahur bersama sang bunda. Hal itu tampak dalam vlog di kanal YouTube Maia Estianty , diunggah Senin (27/4/2020).

Saat itu, Maia Estianty mulanya tak menyangka ketiga putranya tersebut secara kebetulan tanpa janjian berkumpul untuk makan sahur di kediamannya. Selain sudah disiapkan makanan sahur oleh sang bunda, ketiganya tampak membuat sendiri asupan tambahan sesuai kebiasaan masing masing. Sebut saja si sulung Al Ghazali yang menyiapkan telur orak ariknya sendiri atau El Rumi yang menyiapkan jus buah kesukaannya.

Setelah makan sahur selesai, Maia membagi bagikan asupan vitamin untuk anak anaknya. Hal itu dilakukan agar ketiga putranya tetap bisa menjalani puasa dengan kondisi yang fit. "Anak anak kasih vitamin semuanya, biar fit dalam menghadapi puasa," kata Maia.

Awalnya, Maia meminta kakak pertama Al Ghazali untuk yang pertama meminum vitamin yang diberikannya. Tak tanggung, Maia telah menyiapkan berbagai jenis asupan vitamin. Mulai dari vitamin C, D, hingga kalsium diberikan kepada tiga putranya.

"Kakak Al, vitamin, udah minum belum?" kata Maia meminta. "Vitamin, vitamin C , vitamin D, vitamin kalsium," tambahnya. El Rumi yang juga tengah asyik membuat vlog juga menyampaikan bahwa sang ibunda selalu memberi vitamin untuk mereka.

Ia tampaknya memang sudah terbiasa dicekoki Maia banyak vitamin. "Untuk menjaga imun, bunda selalu kasih kita vitamin," ujar El. "Kita lihat berapa vitamin yang dikasih bunda," imbuhnya.

Si bungsu Dul yang masih asyik makan tiba tiba berkelakar dan menyebut satu nama merk obat sakit kepala. "Panadol," kata Dul berkelakar tanpa ada yang menggubris. Maia lalu kembali membagikan asupan asupan lain bagi anak anaknya.

Sementara El pun tampak juga menyempatkan bertanya jenis jenis vitamin yang dibagikan. "Kalisum," ucap Maia yang dengan cekatan membagikan. "Ini kalsium yang pertama apa bunda?" tanya El.

"Vitamin C, ini kalsium, ini vitamin," kata Maia. Kemudian, El juga berkelakar bahwa pembagian vitamin yang diberikan ibunya tak ubahnya seperti pembagian sembako. "Kayak pembagian sembako ini ya," ujar El.

"Ini vitamin D," kata Maia kembali membagikan vitamin yang lain. Sebenarnya masih ada vitamin E yang ingin diberikan Maia. Namun, untuk menjaga kebugaran anaknya tampaknya cukup dengan vitamin C saja.

"Ada sebenarnya yang namanya Kineza (vitamin E), tapi kayaknya dengan vitamin C aja mereka udah cukup," terang Maia. Merasa masih ada vitamin yang kurang, El menanyakan vitamin berwarna merah yang biasanya juga diberikan. Namun, Maia enggan menyebutkan karena terkait nama produk.

"Yang merah mana bun?" tanya El. "Jangan merk," ujar Maia. Tiba tiba Dul kembali berkelakar bahnya dirinya kekurangan vitamin D.

Kali ini sang kakak, Al, merespons dan ternyata Dul mengatakan bahwa dirinya divonis kekurangan vitamin D alias duit. "Kalau aku punya masalah, kekurangan vitamin D, vitamin duit maksudnya," kata Dul. "Kenapa Dul?'"

"Iya saya kan divonis dokter kekurangan vitamin D, vitamin duit maksudnya," tandas Dul. Total ada sebanyak 5 asupan vitamin yang diberikan Maia kepada setiap anaknya. Itu belum termasuk vitamin E yang biasanya juga diberikan.