Asuransi kecelakaan kerja
Kesehatan

Kenali Pertanggungan dan Pengecualian Asuransi Kecelakaan Kerja, yuk!

Setiap pekerjaan tentunya memiliki risiko. Semakin tinggi risiko pekerjaan, tentu semakin tinggi pula imbalan yang diberikan perusahaan. Dengan begitu, jelas bahwa karyawan yang mendapat asuransi kecelakaan kerja merupakan golongan pekerja berisiko tinggi. Apakah Anda juga dibekali asuransi kecelakaan kerja oleh perusahaan Anda? Sudah tahukah Anda tentang pertanggungan serta pengecualian dari produk perlindungan tersebut? Jika belum, yuk cari tahu jawabannya di sini!

Risiko yang Ditanggung

Risiko-risiko kecelakaan yang ditanggung tentu bergantung pada produk perlindungan yang Anda miliki. Namun, secara garis besar, pertanggungan asuransi kecelakaan kerja mencakup pembiayaan perawatan dan pengobatan karena cedera yang tidak disengaja. Dikutip dari laman eHealth, hal ini mencakup perawatan darurat (UGD), perawatan di rumah sakit (rawat inap), pemeriksaan kesehatan, serta pengeluaran lain terkait insiden tersebut. Di Indonesia, kondisi ini tergolong sebagai kelompok Risiko C.

Asuransi kecelakaan juga mengganti kerugian atas kondisi cedera yang memenuhi syarat, seperti anggota tubuh yang patah, hilang, luka, atau lumpuh. Kondisi ini terhitung sebagai kelompok Risiko B.

Sedangkan bila tertanggung meninggal dunia, pertanggungan akan diberikan kepada ahli waris yang telah ditunjuk tertanggung. Di Indonesia, risiko ini dikelompokkan sebagai Risiko A.

Pengecualian dalam Asuransi Kecelakaan Kerja

Manfaat-manfaat di atas dapat diterima oleh tertanggung hanya jika yang bersangkutan tidak mengalami atau memiliki beberapa kondisi berikut:

  1. Terjadinya kecelakaan akibat kesengajaan maupun kecerobohan pihak tertanggung atau yang mengasuransikan (perusahaan).
  2. Telah melakukan perkelahian, seperti bunuh diri atau melakukan hal-hal yang bersifat kriminal.
  3. Mengalami beberapa penyakit tertentu, misalnya penyakit otak, gangguan yang menyerang mental, atau pihak tertanggung sedang dalam kondisi mabuk.
  4. Pihak tertanggung dalam masa kehamilan, melahirkan, keguguran, serta baru saja melewati pembedahan atau bentuk perawatan lainnya.
  5. Mengalami kecelakaan yang terjadi ketika pihak tertanggung sedang dalam proses peradilan, sedang ditahan di penjara, atau sedang dihukum.
  6. Terjadinya bencana alam, seperti gempa bumi, gunung meletus, atau bencana tsunami.
  7. Terjadinya perang maupun aksi militer yang berasal dari negara lain, revolusi, permusuhan, terjadi perang sipil pemberontakan secara bersenjata, serta adanya gangguan keamanan lain maupun kerusuhan atau terorisme.
  8. Dalam kondisi sedang mengemudikan pesawat terbang maupun kapal tanpa adanya perizinan yang sah.
  9. Terkena radiasi nuklir atau terkontaminasi oleh radioaktif.
  10. Terkena sifat radioaktif, ledakan dari alam, serta kerusakan yang disebabkan oleh alam.

Itulah beberapa risiko yang akan ditanggung oleh asuransi kecelakaan kerja serta beberapa pengecualiannya. Apakah informasi di atas cukup membantu Anda?