Kesehatan

Efek Samping Minum Kopi Berlebihan, Kecanduan hingga Masalah Pencernaan

Ada efek samping apabila terlalu banyak minum kopi sebagai satu di antara minuman yang mengandung kafein. Toleransi terhadap kafein setiap orang berbeda, sehingga amannya adalah mengonsumsi kopi sewajarnya dalam sehari. Perhatikan juga, bila tak bisa semangat beraktivitas di pagi hari jika belum minum kopi, jangan jangan yang salah adalah pola tidurnya?

Menariknya, penelitian juga mencatat bahwa gen seseorang juga berperan besar pada toleransi seseorang terhadap kafein. Jika tahu berapa batas wajar asupan kafein setiap harinya, maka nutrisi bermanfaat dari kopi seperti vitamin B, magnesium, potasium, dan antioksidan bisa didapat. Bahaya minum kopi berlebihan Meski tak bisa disamakan, mengonsumsi 250 mg kopi sehari masih aman.

Namun tentu hal ini bergantung pada banyak faktor seperti apakah terbiasa merokok, sedang hamil, atau berisiko mengalami patah tulang. Lalu, apa saja bahaya minum kopi berlebihan? Salah satu bahaya minum kopi berlebihan adalah meningkatkan frekuensi buang air kecil. Hal yang sama bisa terjadi ketika orang terlalu banyak minum teh.

Bahkan, bukan tidak mungkin asupan kafein berlebih menyebabkan inkontinensia urine pada orang tertentu apalagi jika tidka dimbangi dengan minum air putih. Ketika seseorang sudah terbiasa memulai hari dengan asupan kafein, hal itu akan menjadi adiksi tersendiri. Kafein mengaktifkan substansi kimia di otak, sama seperti efek dari kokain dan amphetamin.

Hanya saja, bahaya minum kopi berupa ketergantungan secara psikologis dan fisik. Dalam sebuah penelitian, 213 peminum kafein rutin dicoba tidak mengonsumsinya selama periode 16 jam. Hasilnya, mereka merasakan sakit kepala hingga lemas ketika belum mendapat asupan kafein.

Kafein memang membuat seseorang merasa lebih waspada karena menghambat efek substansi kimia otak bernama adenosine yang menimbulkan rasa lelah. Pada saat yang sama, kafein juga melepaskan hormon adrenalin yang membuat energi meningkat. Meski demikian, minum kopi dalam jumlah banyak bisa menyebabkan seseorang merasa cemas berlebih atau tegang.

Konsumsi terlalu ekstrem seperti lebih dari 1.000 mg per hari dapat memicu hal ini. Pada orang yang tidak terbiasa dengan kafein, dosis kurang dari itu sudah bisa menyebabkan kecemasan. Bahaya minum kopi untuk siklus tidur adalah membuat seseorang rentan mengalami insomnia.

Tak hanya itu, kuantitas waktu tidur seseorang bisa berkurang drastis, utamanya pada lansia. Biasanya, pengaruh kafein dan siklus tidur juga dipengaruhi faktor genetik. Jika salah satu efek minum kopi bisa membuat orang ingin BAB, itu berhubungan dengan efek laksatif dari kopi.

Ketika mengonsumsi kopi, perut akan memproduksi hormon yang mempercepat aktivitas di usus. Di sisi lain, bahaya minum kopi berlebihan adalah diare pada orang orang tertentu. Selain itu, beberapa penelitian juga menyebut bahwa minuman mengandung kafein bisa menyebabkan GERD yang diderita seseorang menjadi lebih buruk. Rhabdomyolysis adalah kondisi serius rusaknya otot sehingga jaringannya masuk ke aliran darah dan dapat memicu gagal ginjal.

Penyebabnya beragam seperti trauma, infeksi, konsumsi obat terlarang, hingga keracunan bisa ular. Tak hanya itu, rhabdomyolysis juga disebut sebagai salah satu konsekuensi bahaya minum kopi, meskipun jarang terjadi. Ada satu kasus seorang perempuan yang mengonsumsi 1 liter kopi dan langsung mual, muntah, serta urine berwarna gelap.

Mengingat kopi memiliki efek stimulus pada sistem saraf, besar kemungkinan menyebabkan tekanan darah meningkat. Meski demikian, dampak ini hanya berlangsung sementara sama seperti dampak dari berolahraga pada orang sehat. Tak hanya tekanan darah tinggi, kopi juga dapat menyebabkan detak jantung menjadi lebih cepat.

Selain itu, bahaya minum kopi juga dapat mengubah ritme detak jantung (atrial fibrillation) terutama pada orang yang mengonsumsi minuman penambah energi dan kopi sekaligus. Kopi tidak akan menimbulkan efek samping apabila dikonsumsi sewajarnya, bahkan memberikan manfaat yang baik untuk tubuh. Di sisi lain, dosis asupan kafein terlalu banyak dapat menimbulkan dampak negatif yang mengganggu produktivitas sehari hari.

Mengingat reaksi kafein pada setiap orang bisa berbeda, ada baiknya mencari tahu terlebih dahulu seberapa toleransi tubuh terhadap kafein. Jangan lupa tetap menjalankan gaya hidup sehat dengan tetap aktif bergerak, menjaga kualitas tidur, dan makan bergizi.