kadar gula darah yang normal
Kesehatan

Bagaimana Mengetahui Kadar Gula Darah yang Normal?

Gula darah merupakan jumlah atau kadar glukosa dalam aliran darah seorang manusia. Terdapat batas normal supaya selalu dijaga untuk tetap menjaga kebugaran tubuh. Salah satunya dengan mengetahui kadar gula darah yang normal.

Berapa Kadar Gula Darah yang Normal?

Berapa kadar gula yang normal? Untuk menjawab pertanyaan ini Anda harus memperhatikan ulasan berikut:

  1. Melakukan Tes Gula Darah Sewaktu (GDS)

Sesuai dengan namanya, tes gula darah sewaktu bisa Anda lakukan kapan saja, tanpa harus mengatur jam makan terakhir kali. Tetapi, jenis pemeriksaan ini umumnya dilakukan untuk orang yang sudah memiliki gejala diabetes. Contohnya sering buang air kecil atau merasa haus berlebihan.

Hasil norma untuk tes gula darah sewaktu adalah kurang dari 200 mg/dL. Itu berarti, ketika melakukan pemeriksaan dan jumlahnya melebihi angka tersebut, sudah dapat dipastikan orang yang bersangkutan mengidap penyakit bernama diabetes.

  1. Pergi Tes Gula Darah Puasa

Berbeda dengan sebelumnya yang bisa dilakukan kapan saja, cek satu ini hanya dilakukan ketika Anda sedang berpuasa. Pengecekan jenis berikut digunakan sebagai pemeriksaan lanjutan dari tes GDS. Sampelnya berupa darah yang diambil setelah melakukan puasa selama semalaman, batas waktunya lebih kurang 8 jam.

Jenis pemeriksaan ini dianggap sebagai metode cukup efektif. Normalnya orang yang sedang berpuasa akan memiliki kadar gula dalam darah sebanyak 100 mg/dL. Mengubah pola hidup tertentu untuk menurunkannya adalah hal yang tepat untuk dilakukan sebelum seseorang mengalami diabetes mellitus.

  1. Postprandial Blood Glucose Test

Ini merupakan jenis tes yang dilakukan setelah 2 jam seseorang selesai makan atau sesuah puasa. Pemberian jeda dalam kurun waktu tersebut diberikan sebab seusai mengonsumsi maknanan, maka kadar glukosa akan naik. Normalnya horman insulin dalam tubuh akan mengembalikannya ke batas wajarnya.

Sebelum melakukan tes ini, seseorang harus melaksanakan puasa terlebih dahulu selama 12 jam, lalu makan seperti biasanya. Dianjurkan untuk makan karbohidrat sebanyak 75 gram. Lalu setelah itu usahakan untuk tidak memakan apapun sampai masa tes tiba.

  1. Tes Toleransi Glukosa Oral

Jenis tes ini dilakukan 2 jam dari saat mengonsumsi 75 gram cairan glukosa yang akan diberikan oleh petugas kesehatan sebelumnya. Tetapi, untuk itu Anda harus melaksanakan puasa setidaknya selama 8 jam. Tetapi, ada juga yang mengambil sampelnya satu jam setelah meminumnya dan 2 jam setelahnya juga.

Kadar gula darah yang normal untuk jenis tes ini adalah sekitar 140 mg/Dl. Bagi ibu hamil, pengambilan sampel harus dilakukan setelah 2-3 jam. Jika dari 2 atau lebih hasilnya menunjukkan kadar gula darah tinggi, artinya Anda positif terkena diabetes.

  1. Tes HbA1c

Tes HbA1c atau disebut juga glikohemoglobin adalah pemeriksaan gula darah seseorang dalam jangka panjang. Jenis ini dapat memberikan informasi kepada dokter mengenai jumlah rata-rata dalam waktu beberapa bulan terakhir setelah melakukannya.

Cara pemeriksaannya adalah melakukan pengukuran persentase gula darah yang berhasil diikat oleh hemoglobin dalam tubuh Anda. Untuk batas normalnya yakni 5,7% saja setiap orangnya. Selain itu, melaksanakan tes ini juga dapat membantu seseorang untuk memantau dirinya secara rutin dan berkala.

  1. Tes Insulin C-Peptida

Selain dengan melakukan cek gula darah, para penderita diabetes juga bisa melakukan tes insulin C-peptida. Hasilnya Anda dapat mengenai jumlah produksi insulin dalam tubuh. Hal ini akan dapat memberikan informasi, penderita masuk dalam diabetes tipe 1 atau tipe 2.

Namun, lebih sering dilakukan oleh para penderita pada tipe 1, agar dapat mengetahui kinerja sel-sel beta pankreas miliknya. Untuk melakukan tes ini, seseorang harus berpuasa terlebih dahulu selama 12 jam lamanya.

Demikian penjelasan mengenai kadar gula darah yang normal. Anda dapat mengetahui lebih banyak informasi mengenai pembahasan ini dengan memanfaatkan kemudahan internet saat ini. Atau melakukan kunjungan ke dokter yang menangani penyakit yang satu ini.